Hardware

by admin on February 8, 2012

 

Hardware

Untuk membuat sistem evakuasi di lingkungan vertical, terdapat alat-alat yang terbuat dari bahan metal yang memiliki fungsi spesifik dan kekuatan yang berbeda-beda. Alat-alat yang terbuat dari bahan metal disebut Hardware.

A.     CARABINER

1. Definisi

Carabiner disebut juga krabs, biner atau snaplinks (penjepit),  alat ini adalah jenis Hardware untuk ketinggian umumnya berbentuk ”D” atau modifikasi ”D” shape, mempunyai bagian pembuka (Gate) pada bagian yang memanjang. Carabiner terbuat dari bahan baja atau bahan campuran lain (Alloy).

2. Bagian-bagian Utama Carabiner

a. Gates

Carabiner memiliki gate untuk pembuka, ada dua bentuk gate, gate yang dilengkapi dengan pengunci menggunakan screw dan gate yang tidak memiliki pengunci (Non srew atau Snaplinks).

Gambar :  Carabiner

b. Label Nilai Kekuatan

Label nilai kekuatan adalah sesuai dengan label pabrik yang tertulis di carabiner yang dijadikan sebagai referensi saat akan menggunakan.

c. Perawatan saat penggunaan

Alat-alat ini terbuat dari baja atau alloy, untuk itu perawatannya dilakukan dengan tidak menjatuhkan atau memukulkan carabiner pada permukaan yang keras.

d. Penggunaan untuk kerja

Saat melakukan pekerjaan selalu menggunakan carabiner srewgate dengan nilai kekuatan minimal 2500 kg, jenis carabiner snaplinks / carabiner non screw sebaiknya dihindari.

3. Variasi Kekuatan

Carabiner memiliki kekuatan dan kegunaan yang berbeda-beda, Carabiner yang digunakan perlu diperhitungkan kekuatan yang tertulis pada carabiner untuk kegiatan yang akan dilakukan, contoh kekuatan dibawah 1500 kg hanya digunakan untuk pemanjatan bukan untuk Rescue.

4. Ukuran

Perbedaan lain yang berhubungan dengan ukuran, didasarkan pada penggunan alat ini, untuk pemanjatan digunakan carabiner yang relatif kecil dibandingkan dengan carabiner untuk rescue menggunakan yang lebih besar dan berat. Ukuran ini berbeda karena kebutuhan untuk menahan beban lebih besar digunakan untuk rescue dari pada pemanjatan.

5. Membuka Gate

Karabiner banyak perbedaan ukuran dan berat, juga perbedaan lebar gate saat terbuka. Untuk beberapa kegiatan gate karabiner dibutuhkan lebih lebar dari yang normal. Contoh didalam kegiatan rescue karabiner dapat dicantolkan diatas rail tandu yang berdiameter sekitar 2,5 cm, hanya beberapa carabiner yang didesign dapat dibuka lebar.

6. Prosedur Keselamatan

a. Pemakaian karabiner dan safety

Carabiner dirancang untuk dibeban pada bagian yang panjang (major axis), gate merupakan bagian terlemah dari karabiner, dan jika dibebani pada sisi yang pendek (minor axis) kekuatannya berkurang dan dapat menyebabkan kerusakan dan mengakibatkan incedent. Beberapa design karabiner, getaran dapat menyebabkan sleeve terkunci untuk nonscrew. Karabiner-karabiner akan selalu digunakan dimana salah satu akan menjaga beban untuk menahan sleeve ditempatnya.

Gambar : Pembebanan arah pada carabiner

Apapun tipe karabiner yang digunakan, setiap personil bertanggungjawab untuk monitor sepanjang waktu dan menjaga gate tetap tertutup.

b. Mengunci Karabiner

Selama dua karabiner saling berbalik dan berlawanan sangat aman, satu karabiner screw gate lebih mudah dan juga aman. Screw dirancang secara khusus dan bervatisi tergantung pada pabrik pembuat, kunci karabiner bervariasi seperti kategori dibawah ini :

    1. Mengunci dengan menggerakkan sleeve hingga screw melewati nose karabiner, tekan keeper untuk meyakinkan telah terkunci.
    2. Putar sleeve mengelilingi pin gate untuk bergerak keatas dan melewati nose.
    3. Tekan per sleeve sapai seper empat putar untuk membuka dari nose karabiner. Model ini dikenal “twisslock” ini mudah untuk digunakan tetapi dapat terbuka dengan sangat mudah, alat ini sebaiknya tidak digunakan untuk pertolongan.
    4. Menggerakkan sleeve kebawah melampaui cantolan gate untuk mengunci.
    5. Semua tipe karabiner pengunci model screw yang dijelakan diatas tergantung pada kekuatan.

c. Gate terbuka tidak sengaja

Kegunaan utama karabiner adalah menjaga hubungan dengan elemen lain pada kegiatan dilingkungan vertikal, Untuk pekerjaan ini gate karabiner harus yakin tertutup aman, jika tidak maka elemen-elemen / bagian-bagian sistem akan jatuh.
1. Karabiner tertekan bagian sudut atau permukaan, penahan gate atau forcing gate akan terbuka.
2. Tali atau webbing ditarik menyilang menekan gate, forcing gate terbuka.

d. Menghindari gate terbuka

Kemungkinan gate karabiner terbuka secara tidak sengaja hanya dapat terjadi pada snaplink (carabiner non screw), cara untuk menghindari adalah dua karabiner digunakan saling berlawanan posisi.

e. Perhatian lebih terhadap kunci

Karabiner suatu saat dapat menjadi tidak terkunci tanpa adanya alasan yang jelas. Karabiner dirancang untuk dikunci hanya dengan jari. Konsentrasinya untuk safety, dan dalam keadaan panik seseorang akan cenderung menggenggam erat gate karabiner, dan dapat menjadi tidak terkunci. Paling banyak terjadi bersamaan ketika gate tertarik kuat akibat dari karabiner yang terbebani, dan akan tidak terkunci ini segera dilakukan dengan mengangkat subyek yang membebani.

B. MAILLONS

Maillon adalah pilihan lain sebagai penghubung alat ini disebut juga “quicklinks” atau Screwlinks” dan digunakan berbagai tuags pertolonga atau kerja diketinggian. Ada beberapa ukuran dan bentuk, dengan nilai kekuatan untuk versi baja tertinggi 6000 kg. Seperti juga karabiner Maillon diproduksi dari baja atau dari alloy khusus, dan mempunyai kekuatan sangat tinggi, pengunci scrup untuk menghindari kelemahan gate, membuatnya cocok untuk teknik dilapangan. Segitiga “delta” mailon terutama digunakan pada pembebanan ketiga arah, seperti gantungan tandu.

 C. DESCENDER

Descender adalah alat friksi yang ditempatkan pada tali dan dicantolkan ke personil yang akan turun dengan tali yang dapat dikontrol kecepatannya. Dapat juga digunakan untuk menurunkan orang atau peralatan.
Tipe Descender yang umumnya digunakan adalah figure 8, Inpanic Descender dan autostop :

  • Figure 8

Descender figure 8, adalah alat untuk abseiling satu orang. Alat ini berbentuk angka 8 tetapi lingkarannya tidak sama, lingkaran yang kecil atau bagian bawah ketika digunakan, dibebankan pada harnest dengan karabiner screw gate, lingkaran yang besar untuk tempat tali untuk menciptakan friksi. Beberapa descender figure 8 dibuat dengan menggunakan kuping untuk mencegah tali slip dan menjepit.

Gambar  : Figure Of Eight dan dengan kuping

  •  Descender autostop adalah alat yang dirancang untuk membuat friksi yang secara otomatis akan mengunci dan berhenti jika terbebani dan akan terbuka jika kait pengunci ditekan. Descender autostop dibuat dengan tujuan untuk kerja di ketinggian.
  • In Panic Descender, alat ini dirancang juga untuk belay. Ketika digunakan untuk abseiling dan abseiler panik dan melepas atau menggenggam alat ini maka abseiler akan terhenti, tergantung di alat

    Gambar :  Descender Autostop dan In Panic Descender

D. ASCENDER

Metode tradisional untuk naik tali dengan menggunakan sepasang tali prusik, dan dengan menggunakan simpul prusik, simpul ini akan bekerja dengan baik, dan setiap personil akan dapat naik dengan alat ini. Untuk operasi pertolongan alat-alat ascender direkomendasi juga dapat digunakan sebagai pengait tali.

Gambar :  Prusiking

Peralatan ascender, bagian utamanya adalah cam yang menjepit tali kemudian ascender akan bergerak keatas tetapi tidak dapat turun. Tumpuhan pada per agar Cam tetap kontak dengan tali dan gerigi cam untuk memberikan pegangan. Sekali cam menjepit akan memegang dan lebih kuat lagi ketika beban bertambah.

Gambar :  Ascender Handle dan Ascender Non-Handle

Kegunaan lain, ascender untuk pembebanan dengan aktivitas cam sebagai pengungkit. Ini memberi keuntungan gigi yang tidak tajam, kemudian alat ini mempunyai cengkeraman yang baik untuk tali basah atau berlumpur. Keuntungan ke dua adalah tidak ada per sangat sedikit menarik tali. Menggerakkan ke atas sangat mudah dan jauh mengurangi penggunaan.

1. Kriteria Pemilihan

Memilih ascender dengan cara :

    1. Cocok untuk sistem naik
    2. Mudah digunakan
    3. Pemasangan pada tali sederhana
    4. Setting membuka cam dan berat keseluruhan

Banyak ascender dibuat dengan versi handle dikiri dan kanan untuk kenyamanan saat digunakakan. Ascender Pendek, susunan ascender yang digunakan untuk ditempatkan berbagai aplikasi.beberapa diantaranya dirancang khusus untuk di dada (croll). Kegunaan spesifik lain dan dapat ditempatkan dimanapun didalam sistem naik.

2. Penggunaan dan kelemahan

Per ascender mulai slip ketika gerigi digunakan melampaui batas atau per-nya lemah. Ini biasanya menjadi kelihatan terang ketika sedang naik di es atau pada tali berlumpur dimana grigi tumpul akhirnya menyumbat.

3. Perawatan dan pemeliharaan

Kemungkinan perlu melepas cam dan per untuk sebagian ascender. Frame akan kehilangan daya tahan walau digunakan secukupnya kondisi ini lebih baik menyingkirkan ascender untuk tidakdigunakan. Ketika pertama frame digunakan, sudutnya menjadi pisau cukur tajam saat melintas di tali. Ascender sangat membutuhkan perawatan pada bagian yang tampak untuk dibersihkan.

4. Kekuatan

Menghubungkan point antara ascender dengan tali adalah bagian yang terlemah dari sistem. Pembebanan statik ascender pada tali akan memotong mantel tali dan selip sebelum strukturnya rusak. Luncuran umumnya cenderung ditahan oleh ikatan pada tali dan dibawah sarung yang dipotong.

E. PULLEY

Pulley dirancang terutama untuk mengurangi friksi tali, Pulley dapat digunakan untuk mechanical advantage system, merubah arah baik horizontal/diagonal.

Pulley mempunyai beberapa karakteristik diantaranya :

    1. Sheave mempunyai diameter sekurang-kurangnya empat kali diameter tali.
    2. Cheek Plates dapat bergerak untuk penempatan pulley pada tali dan beberapa point untuk memasukkan tali. Pulley juga digunakan memperpanjang saat melewati sudut, shave akan melindungi tali dari gesekan.
    3. Axle dapat berputar agar tidak menjebak tali, peralatan lain atau batu.
    4. Bearing meliputi konstruksi untuk memberikan kebebasan sheave bebas berputar saat terbebani.
    5. Nilai kekuatan melebihi 1500 kg
    6. Pulley Khusus
      Banyak pulley khusus dirancang untuk kegiatan dilingkungan vertical, lebar sheave pulley dirancang dapat dilewati simpul seperti double fisherman, digunakan melengkung sepanjang tali, agar mudah melewatinya. Pulley harus dilakukan pemeriksaan dengan teliti, untuk penggunaan yakinkan bahwa pulley dalam keadaan bagus dan tidak merusak tali.

Gambar :  Single Pulley dan Single Pulley ( Khusus )

EDGE ROLLER

  • Keuntungan

Kegiatan dilingkungan vertical, kontak tali dengan tebing atau sudut bangunan adalah faktor yang kritis.walaupun edge roller mahal, edge roll jauh lebih efisien daripada matras atau rpe protektor, dan investasi yang berguna. Edge roller akan melindungi tali saat tali melewati sudut, dan mengurangi friksi selama penarikan tali.

  • Design umum

Berbagai variasi roller diproduksi untuk kondisi lingkungan yang berbeda dan problem daerah khusus diharapkan akan dapat mengatasi dengan menghubungkan dua atau lebih edge roller bersama-sama.
Edge roller tersedia dalam dua rancang bangun :

  1. Single Unit Roller , mempunyai satu sheaves terpasang dalam frame dasar. Biasanya digunakan bersambungan bersama, bagian depan dan belakang akan bekerja baik pada semua permukaan dan sudut.
  2. Roof Roller, ini umumnya berisi dua sheave ke dalam frame akan mengunci pada sudut bersandar dinding atau struktur lain dengan sudut 90 derajat

Gambar :  Single Roller dan Roof Roller

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>